TSWpGUA9Tfd6GUO7GprpGSM7Td==

Mahasiswa PM-T Kelompok 29 Unitri Dorong Penguatan Satu Data Desa di Desa Mojosari Kepanjen

Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) Kelompok 29 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
MALANG - Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) Kelompok 29 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dengan mengangkat tema “Satu Data Desa” Kegiatan yang berlangsung mulai 16 Juli hingga 13 Agustus 2026 ini diarahkan untuk mendukung tersedianya data desa yang lebih lengkap, akurat, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan desa.

Pelaksanaan PM-T Kelompok 29 diketuai oleh Lukas Gege, dengan Ardhi Kurniawan, S.AP., M.AP. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Melalui tema Satu Data Desa, mahasiswa berupaya membantu Pemerintah Desa Mojosari dalam memperkuat basis data kependudukan sekaligus memetakan kondisi sosial, ekonomi, dan berbagai potensi yang dimiliki desa.

Program utama yang dilaksanakan adalah Sensus Data Penduduk Desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pendataan secara langsung untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi masyarakat Desa Mojosari. Data yang dihimpun mencakup empat bidang utama, yaitu Kependudukan, Sosial, Ekonomi, Dan Potensi Desa.

Pendataan kependudukan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai jumlah dan karakteristik penduduk. Sementara itu, pendataan sosial dan ekonomi diarahkan untuk melihat kondisi sosial masyarakat, mata pencaharian, aktivitas ekonomi, serta berbagai informasi yang dapat mendukung identifikasi kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa juga melakukan pemetaan terhadap potensi desa sebagai bahan untuk melihat sumber daya dan peluang pengembangan Desa Mojosari pada masa mendatang. Ketua PM-T Kelompok 29, Lukas Gege, menjelaskan bahwa kegiatan sensus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Satu Data Desa karena kualitas perencanaan pembangunan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan data yang aktual dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melakukan pengumpulan data, tetapi juga berupaya memastikan hasil pendataan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa.

Setelah proses sensus, program dilanjutkan dengan Penginputan Data Individu Penduduk Ke Dalam Aplikasi Desa. Tahapan ini dilakukan agar data hasil pendataan lapangan tidak hanya tersimpan dalam bentuk dokumen, tetapi dapat terdokumentasi secara lebih sistematis melalui sistem informasi yang digunakan oleh pemerintah desa.

Penginputan data tersebut diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Mojosari dalam memperbarui dan mengelola informasi penduduk. Dengan basis data yang semakin tertata, pemerintah desa akan lebih mudah melakukan identifikasi kondisi masyarakat serta menggunakan data sebagai bahan dalam pelayanan administrasi maupun penyusunan kebijakan dan program pembangunan.

Selain sensus dan penginputan data, PM-T Kelompok 29 juga melaksanakan Penyusunan Profil Desa Mojosari Berdasarkan Hasil Sensus. Profil desa tersebut disusun untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi kependudukan, sosial, ekonomi, serta potensi yang terdapat di Desa Mojosari.

Dosen Pembimbing Lapangan PM-T Kelompok 29, Ardhi Kurniawan, S.AP., M.AP., menyampaikan bahwa program Satu Data Desa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendataan semata.

"Data yang telah dikumpulkan perlu diolah menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mengenali permasalahan, menentukan prioritas, serta menyusun program pembangunan desa yang lebih tepat sasaran," ujar Ardhi.

Menurutnya, data desa memiliki posisi strategis karena berbagai kebijakan dan program pembangunan membutuhkan informasi yang akurat mengenai kondisi masyarakat.

"Kehadiran mahasiswa melalui PM-T diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi pemerintah desa sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan nyata di masyarakat," ungkap Ardhi.

Program Satu Data Desa yang dilaksanakan PM-T Kelompok 29 juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi selama proses sensus menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan data yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan tersebut, PM-T Kelompok 29 menargetkan tersedianya tiga keluaran utama, yaitu basis data hasil sensus penduduk Desa Mojosari, data individu penduduk yang telah diperbarui pada aplikasi desa, serta dokumen Profil Desa Mojosari berbasis hasil sensus.

Kegiatan PM-T ini diharapkan dapat memberikan fondasi awal bagi pengembangan tata kelola data di Desa Mojosari. Dengan data yang semakin akurat dan terintegrasi, Pemerintah Desa Mojosari diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat dalam merancang pelayanan publik, menentukan kelompok sasaran program, mengenali potensi wilayah, serta menyusun perencanaan pembangunan desa yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.

Pada akhirnya, tema “Satu Data Desa” bukan hanya diarahkan untuk menghasilkan kumpulan angka dan informasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya pembangunan desa yang semakin berbasis data, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.


*) Berita ini dibuat untuk memenuhi persyaratan laporan PMT V Kelompok 29 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

0Komentar