![]() |
| Dosen dan Mahasiswa Unitri Malang saat melaksanakan PkM ke SD Merjosari 4 Kota Malang |
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Nilai Karakter Melalui Pengembangan Area Bermain Tradisional Terintegrasi Pembelajaran Coding pada Siswa Kelas V SDN Merjosari 4 Kota Malang.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang memadukan perkembangan teknologi dengan permainan tradisional dan nilai-nilai budaya lokal. Konsep tersebut dirancang agar siswa dapat mengenal coding dan computational thinking melalui aktivitas yang lebih konkret, interaktif, serta sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.
Tim PkM diketuai Kardiana Metha Rozhana, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Anis Trianawati, M.Pd.I., S.Pd.I. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa PGSD UNITRI, yakni Satria Wega Pradiptha, Frinco Yulens Wurung, dan Roinjus Darma.
Kardiana Metha Rozhana menjelaskan, perkembangan pembelajaran coding di sekolah dasar perlu diimbangi dengan metode yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan siswa. Berdasarkan hasil observasi di SDN Merjosari 4 Kota Malang, pembelajaran coding sudah mulai diperkenalkan, tetapi sejumlah konsep seperti algoritma, logika berpikir, dan computational thinking masih cenderung abstrak bagi siswa.
“Karena itu, kami mencoba menghadirkan pembelajaran coding melalui permainan. Siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi dapat langsung mempraktikkan urutan langkah, logika, dan pemecahan masalah melalui aktivitas bermain,” jelas Kardiana.
Dalam pelaksanaannya, tim mengembangkan area bermain tradisional edukatif dengan konsep unplugged coding atau pembelajaran coding tanpa menggunakan komputer. Permainan tradisional seperti engklek, ular tangga, dan lintasan permainan dimodifikasi dengan memasukkan konsep algoritma, urutan instruksi, percabangan, serta pengulangan.
Melalui permainan tersebut, siswa diajak menyelesaikan tantangan dengan mengikuti instruksi dan menentukan langkah secara sistematis. Model pembelajaran ini diharapkan dapat membuat konsep coding menjadi lebih konkret sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir komputasional siswa.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, area bermain tersebut juga dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter. Aktivitas permainan mendorong siswa menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kejujuran, sportivitas, serta kemampuan memecahkan masalah.
Selain membangun sarana pembelajaran, tim PkM juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru kelas V. Guru mendapatkan pemahaman mengenai penerapan computational thinking dan pembelajaran coding berbasis permainan tradisional sehingga metode tersebut dapat terus digunakan dalam kegiatan pembelajaran setelah program pengabdian selesai.
Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi, hingga diseminasi hasil kegiatan. Seluruh tahapan dilakukan melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak SDN Merjosari 4 Kota Malang.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Area bermain yang dikembangkan juga diharapkan dapat menjadi fasilitas pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh sekolah.
Sebagai bagian dari luaran program, tim PkM menargetkan publikasi artikel ilmiah, artikel media massa, video dokumentasi, poster kegiatan, panduan bagi guru, serta pengembangan area bermain tradisional edukatif.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa dan guru di SDN Merjosari 4 Kota Malang, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan pembelajaran coding yang kontekstual dan menyenangkan. Integrasi permainan tradisional dengan coding dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan literasi digital sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat karakter siswa sekolah dasar.


0Komentar