![]() |
| Monitoring dan evaluasi (monev) Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4. (Foto: Unitri Malang) |
Monitoring ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian program PMT berjalan sesuai dengan perencanaan, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, monev juga menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pengabdian di masa mendatang.
Kepala Bagian Pengabdian kepada Masyarakat UNITRI, Abd. Rohman, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan langkah strategis dalam menjaga efektivitas dan relevansi program PMT. Menurutnya, pengabdian mahasiswa harus mampu mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“PMT bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wahana implementasi keilmuan yang solutif dan kontekstual. Mahasiswa dituntut mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Abd. Rohman.
Dalam pelaksanaan monev, pimpinan universitas didampingi oleh para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dari masing-masing kelompok mahasiswa. Tim melakukan dialog langsung dengan perangkat desa dan masyarakat guna menggali capaian program, tantangan yang dihadapi, serta masukan untuk penyempurnaan kegiatan pengabdian berikutnya.
Wakil Rektor I Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Prof. Kgs. Ahmadi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima serta mendukung pelaksanaan PMT. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian inheren dari proses pendidikan tinggi.
“Melalui PMT, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga ditempa karakter, kepemimpinan, serta kepekaan sosialnya. Monitoring ini penting untuk memastikan program berjalan sesuai target dan menjadi bahan refleksi bagi peningkatan kualitas ke depan,” tuturnya.
![]() |
| Monitoring dan evaluasi (monev) Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4. (Foto: Unitri Malang) |
Sementara itu, Kepala LPPM UNITRI, Prof. Amir Hamzah, menambahkan bahwa kegiatan evaluasi menjadi instrumen utama dalam menjaga mutu dan keberlanjutan program pengabdian. Ia menekankan bahwa setiap kegiatan PMT harus berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat desa.
PMT ke-4 UNITRI tahun ini melibatkan sebanyak 329 mahasiswa dari berbagai program studi. Para mahasiswa tersebut disebar di desa-desa se-Kecamatan Ngantang, dua desa di Kecamatan Wagir, Desa Tutur di Kabupaten Pasuruan, serta Desa Kejapanan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Melalui pelaksanaan PMT yang terencana dan terukur, UNITRI terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.



0Komentar