TSWpGUA9Tfd6GUO7GprpGSM7Td==

Mahasiswa Teknik Sipil UNITRI Laksanakan PMT Perencanaan Jembatan di Desa Jombok Ngantang

Mahasiswa prodi Teknik Sipil Unitri Malang saat koordinasi bersama Kades Jombok, Ngantang dalam rangka perencanaan pembuatan jembatan. (Foto: Kelompok 11)
MALANG - Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) ke-4 di wilayah Kabupaten Malang. Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah keterlibatan mahasiswa dalam perencanaan jembatan di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang.

Kegiatan PMT ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik UNITRI Malang, yang ditempatkan di Dusun Songkorejo, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, pada Senin (19/01/2026). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu teknik sipil secara langsung di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan evaluasi terhadap aspek teknis proyek konstruksi, khususnya pada perencanaan jembatan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa perencanaan dan desain jembatan telah memenuhi standar keselamatan, kekuatan struktur, efisiensi, serta ketentuan dan regulasi yang berlaku di bidang teknik sipil.

Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) bertujuan untuk meminimalkan risiko kegagalan struktur sekaligus meningkatkan kualitas hasil pembangunan infrastruktur di tingkat desa. Melalui pendekatan akademis dan teknis, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Sebanyak enam mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 11 ditempatkan di Desa Jombok untuk menjalankan salah satu program unggulan Teknik Sipil dengan konsentrasi jembatan. Program ini dinilai strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang perencanaan jembatan.
Mahasiswa prodi Teknik Sipil Unitri Malang saat mengukur perencanaan pembuatan jembatan di Desa Jombok, Ngantang, Kabupaten Malang. (Foto: Kelompok 11)
Kegiatan PMT ini didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Suhudi, S.T., M.T. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari ilmu teknik sipil yang dipelajari di bangku perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa mampu menerapkan teori ke dalam praktik lapangan secara baik.

“Mahasiswa Teknik Sipil Kelompok 11 di Desa Jombok sudah mengerti dan paham akan jurusannya, serta mampu menerapkan ilmunya secara langsung di masyarakat,” ujar Suhudi saat memberikan pendampingan di lokasi kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan utama program PMT adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan riil masyarakat desa. Program dimulai dari hal-hal kecil, namun diharapkan memberi dampak nyata sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari, khususnya teknik sipil.

Ketua Kelompok 11, Eliaser Aprilitus Oleng, menjelaskan bahwa perencanaan jembatan tidak hanya berfokus pada bentuk dan kekuatan struktur. Menurutnya, perencanaan juga harus mempertimbangkan beban lalu lintas, kondisi lingkungan, serta standar teknis yang berlaku.

“Oleh karena itu, diperlukan perencanaan jembatan yang matang, aman, dan sesuai standar teknik sipil. Hal ini penting untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa maupun tenaga teknis dalam merancang jembatan yang memenuhi aspek keselamatan, kekuatan struktur, dan keberlanjutan,” jelas Eliaser.

Dengan adanya perencanaan jembatan yang baik, diharapkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah di Desa Jombok dapat meningkat. Infrastruktur jembatan ini nantinya akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi, serta meningkatkan rasa aman bagi warga.

Selain itu, keberadaan jembatan yang direncanakan secara matang juga diharapkan mampu mengurangi potensi risiko bencana dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Desa Jombok.

0Komentar