TSWpGUA9Tfd6GUO7GprpGSM7Td==

Mahasiswa PM-T Administrasi Publik UNITRI Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dan Pengembangan BUMDes di Desa Waturejo

Kepala Desa dan Mahasiswa PM-T, Kelompok 16 Desa Waturejo Dokumentasi Hasil Proker

MALANG - Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) Kelompok 16 Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang berperan aktif dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta pengembangan kelembagaan dan pemasaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
 
Kegiatan PM-T tersebut dilaksanakan pada Senin (02/02/2026) dan menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Desa Waturejo dipilih sebagai lokasi pengabdian dengan mempertimbangkan kebutuhan desa dalam peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan penguatan kelembagaan ekonomi desa.
 
Sebanyak 11 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 16 ditempatkan di Desa Waturejo untuk menjalankan program-program pengabdian masyarakat secara terpadu. Mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam merancang serta melaksanakan berbagai kegiatan yang berorientasi pada pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi desa.
 
Salah satu fokus utama program PM-T Kelompok 16 adalah peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Desa Waturejo. Selama ini, pelayanan administrasi masih memerlukan kejelasan alur, persyaratan, serta kelengkapan dokumen yang seringkali membingungkan masyarakat. Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan (SP) sebagai pedoman resmi pelayanan.
 
Penyusunan SOP bertujuan sebagai panduan bagi perangkat desa dalam menjalankan proses pelayanan administrasi secara tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Standar Pelayanan disusun sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat agar mereka mengetahui persyaratan, tahapan pelayanan, biaya yang dibebankan, serta waktu penyelesaian layanan administrasi.
 
Kepala Desa dan Mahasiswa PM-T, Kelompok 16 Desa Waturejo Dokumentasi Hasil Proker
Ketua Kelompok 16 PM-T Desa Waturejo, Vinansia Sepapu, menyampaikan bahwa SOP dan SP yang telah disusun tidak hanya berhenti dalam bentuk dokumen. Dokumen tersebut kemudian dicetak dan disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
 
“Kami tidak hanya menyusun SOP dan Standar Pelayanan dalam bentuk dokumen, tetapi juga menyajikannya dalam bentuk X-banner yang dipasang di kantor desa serta membagikan brosur kepada masyarakat. Selain itu, kami melakukan sosialisasi ke setiap RW agar warga Desa Waturejo dapat memahami alur pelayanan tanpa harus bertanya berulang kali,” jelas Vinansia.
 
Dalam proses penyusunannya, mahasiswa melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan perangkat desa serta masyarakat terkait alur pelayanan administrasi. Informasi yang diperoleh kemudian diolah menjadi SOP dan SP yang disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Media informasi pelayanan dirancang dengan bahasa sederhana dan tampilan yang informatif agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
 
Selain fokus pada pelayanan publik, Kelompok PM-T 16 juga berperan aktif dalam pengembangan kelembagaan dan pemasaran BUMDes Desa Waturejo. Mengingat BUMDes masih tergolong baru, mahasiswa melakukan sosialisasi dan pelatihan manajemen pemasaran produk kepada pengelola BUMDes.
 
Mahasiswa juga membantu pengembangan media pemasaran BUMDes melalui pembuatan banner promosi serta pengelolaan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Tidak hanya itu, strategi pemasaran berbasis digital juga dikembangkan dengan membuka layanan pemesanan produk secara online melalui WhatsApp dan platform e-commerce seperti Tokopedia.
 
Melalui kegiatan PM-T ini, mahasiswa diharapkan dapat terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong kemandirian ekonomi desa. Pemerintah Desa Waturejo menyambut baik program tersebut karena dinilai memberikan kemudahan dan keterbukaan dalam pelayanan administrasi kependudukan serta mendukung pengembangan BUMDes.
 
Kepala Desa Waturejo turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa PM-T Kelompok 16 atas kontribusi nyata yang telah diberikan, khususnya dalam membantu penguatan BUMDes yang masih dalam tahap awal pengembangan.
 
Apresiasi juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PM-T Administrasi Publik Kelompok 16, Bapak Ardhi Kurniawan, S.AP., M.AP. Ia menilai bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menyusun konsep, tetapi juga berhasil mengimplementasikannya secara langsung di lapangan.
 
“Penyusunan SOP dan Standar Pelayanan yang kemudian disosialisasikan kepada perangkat desa dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi pemerintahan desa. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan BUMDes menjadi praktik nyata penerapan keilmuan pembangunan ekonomi lokal berbasis masyarakat,” ungkapnya.
 
 
*) Berita ini ditulis sebagai laporan kegiatan Mahasiswa PMT ke-4 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Kelompok 16. 

0Komentar