![]() |
| Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) 04 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, khususnya Kelompok 21, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada Rabu (04/02/2026). |
Kelompok 21 yang terdiri dari 11 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNITRI, berkomitmen untuk berkontribusi secara nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Tingkat Desa.”
Tema tersebut diimplementasikan melalui dua program utama yang dinilai strategis dan berkelanjutan, yakni penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan penyusunan Standar Pelayanan (SP). Kedua instrumen tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam menciptakan pelayanan publik yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Ketua Kelompok 21, Vinsensius Tamo Ama yang akrab disapa Sensy Petra, menyampaikan bahwa pemerintahan desa yang baik harus didukung oleh sistem kerja yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Untuk mencapai pemerintahan desa yang baik, dibutuhkan prinsip-prinsip yang mampu membawa perubahan positif. Salah satunya melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diharapkan dapat menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang tertib, efektif, dan akuntabel,” ujarnya.
Selama pelaksanaan PM-T 04, Kelompok 21 juga memperoleh pendampingan intensif dari Ardhi Kurniawan, S.AP., M.AP., selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Pendampingan tersebut berperan penting dalam menjaga kekompakan tim serta memastikan setiap program berjalan sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat.
Dalam arahannya, Ardhi Kurniawan menekankan pentingnya tanggung jawab dan integritas mahasiswa dalam menjalankan setiap tahapan kegiatan PM-T. Ia menilai bahwa pengalaman pengabdian di desa menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja ke depan.
“Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab dalam PM-T harus dikerjakan dengan sepenuh hati, karena itulah yang akan menjadi bekal dalam dunia kerja,” tuturnya.
Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh anggota kelompok tetap solid, menjaga nama baik kampus, serta aktif dan tidak ragu untuk bertanya dalam setiap proses pembelajaran dan interaksi di lapangan.
Sebagai bentuk hasil nyata dari kegiatan pengabdian, mahasiswa PM-T Kelompok 21 menyerahkan dokumen SOP serta X-banner Standar Pelayanan (SP) hasil karya mereka kepada Pemerintah Desa Tulungrejo. Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Desa Tulungrejo.
Sekretaris Desa Tulungrejo, Teguh Wibowo, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa PM-T Kelompok 21. Menurutnya, SOP dan SP merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa, khususnya di Desa Tulungrejo.
“Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan (SP) merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik di tingkat pemerintah desa, terlebih khususnya di Desa Tulungrejo,” ujarnya.
Ia berharap dengan diterapkannya SOP dan SP yang jelas dan terstandar, kualitas pelayanan desa dapat semakin meningkat serta mendorong transparansi dan profesionalisme aparatur desa. Selain itu, SOP dan SP juga dapat menjadi alat pengendalian dan evaluasi kinerja pelayanan sehingga pemerintah desa mampu memberikan pelayanan yang efektif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Melalui kegiatan PM-T ini, mahasiswa UNITRI diharapkan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mewujudkan Good Governance serta pelayanan publik yang berkualitas dan berpihak pada masyarakat.
*) Berita ini ditulis sebagai laporan kegiatan Mahasiswa PMT ke-4 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Kelompok 21.



KEREEN!🤩
BalasHapus