TSWpGUA9Tfd6GUO7GprpGSM7Td==

SINERGI MEMBANGUN NEGERI, JAYALAH NKRI !

Buku Prabowo untuk Indonesia Raya karya HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy 
Petang ini publik dikejutkan oleh beredarnya berbagai narasi yang menyebut seolah-olah terjadi "perang antara POLRI dan Kejaksaan Agung."
Benarkah demikian?

Menurut saya, tidak.

Yang terjadi bukanlah konflik antarinstitusi, melainkan dampak dari tindakan segelintir oknum yang kurang bijak membaca situasi, kurang cermat dalam berkoordinasi, dan terlalu percaya diri sehingga justru menciptakan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Pangkal persoalannya adalah kesalahan dalam memilih momentum.

Pada 1 Juli, sejak pagi hingga siang hari, POLRI menggelar peringatan Hari Bhayangkara secara khidmat dan megah, yang dihadiri Presiden, Wakil Presiden, serta sejumlah pejabat tinggi negara. Namun, pada sore harinya, JAMPIDSUS mengumumkan penangkapan dan penahanan seorang perwira tinggi Polri dalam perkara dugaan korupsi program MBG.

Apakah POLRI menolak penetapan tersangka terhadap perwira tersebut oleh Kejaksaan Agung?

Menurut saya, bukan itu persoalannya.

Yang menjadi sorotan adalah momentum pengumuman tersebut. Waktu penyampaiannya dinilai menimbulkan kesan seolah-olah sengaja dipadankan dengan Hari Bhayangkara, sehingga memunculkan persepsi sebagai bentuk "hadiah" yang mencederai kehormatan institusi POLRI pada hari jadinya.

Peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak. Penegakan hukum harus tetap berjalan tanpa pandang bulu, tetapi koordinasi, etika kelembagaan, dan penghormatan terhadap institusi negara juga perlu dijaga. Jangan sampai sikap jumawa justru merugikan diri sendiri dan mengganggu sinergi antarlembaga.

Situasi ini juga menjadi ujian bagi Presiden Republik Indonesia untuk kembali memperkuat soliditas para pembantunya, agar seluruh institusi negara berpadu, bukan beradu, dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

Apabila terdapat dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan siapa pun, baik dari Kejaksaan, POLRI, maupun institusi lainnya, proses hukum harus tetap dituntaskan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Namun, hubungan antarlembaga juga harus tetap dijaga demi kepentingan bangsa dan negara.

Selamat bekerja, Bapak Presiden Republik Indonesia. Saya percaya kepemimpinan Anda mampu menjaga persatuan, memperkuat sinergi antarlembaga, serta mewujudkan Indonesia Raya yang maju dan berkeadilan.

Salam Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy
Penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya

0Komentar