TSWpGUA9Tfd6GUO7GprpGSM7Td==

Solusi Cerdas Ketahanan Pangan: Pendampingan Mahasiswa Peternakan UNITRI di Desa Dalisodo Kembangkan Sentra Ayam Petelur Rakyat

Pendampingan Mahasiswa Peternakan UNITRI di Desa Dalisodo Kembangkan Sentra Ayam Petelur Rakyat

Malang - Persoalan ketahanan pangan di Indonesia menghadapi dinamika yang makin rumit. Namun, sebuah inisiatif menarik muncul dari salah satu desa di wilayah Kabupaten Malang. Peserta PMT (Pengabdian Masyarakat Tematik) berhasil menunjukkan bahwa pemberdayaan usaha peternakan dalam skala rumahan dapat memberikan jawaban konkret atas kebutuhan pangan masyarakat setempat sambil mendongkrak tingkat ekonomi penduduk. 

Program Pengabdian Masyarakat Tematik yang berfokus pada sektor peternakan akan membawa perubahan signifikan bagi kondisi ekonomi desa yang berada kabupaten malang. Kolaborasi antara kalangan akademisi, aparatur pemerintahan desa, serta warga lokal tidak semata-mata mentransfer keterampilan beternak, melainkan juga membangun sistem peternakan yang sustainable dan memberikan keuntungan ekonomi.

Rasional Inisiasi Program

Permintaan terhadap sumber protein hewani, terutama telur ayam, mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang asupan gizi berimbang. Sayangnya, ketergantungan terhadap distribusi dari wilayah lain kerap menyebabkan harga telur tidak stabil dan sulit dijangkau oleh kalangan ekonomi menengah bawah. Realitas inilah yang menjadi pemicu diluncurkannya program pembinaan budidaya ayam petelur di Desa Dalisodo sebagai langkah merealisasikan ketahanan pangan memanfaatkan lahan pekarangan skala rumah tangga.

Pemilihan Desa Dalisodo didasarkan pada kegiatan PMT pada perode ini berada di Desa dalisodo, mencakup temperatur udara yang cocok bagi budidaya ayam petelur serta ketersediaan ruang lahan yang cukup. Karakteristik penduduk yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian turut menjadi pertimbangan, mengingat mereka memiliki celah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menjalankan usaha peternakan sebagai alternatif penghasilan tambahan.

Pendekatan Pembinaan yang Menyeluruh

Desain program pembinaan disusun dengan pendekatan yang komprehensif dilakukan di kampus 3 universitas Tribhuwana Tunggadewi, berawal dari pelatihan fundamental sampai pengembangan tata kelola bisnis. Fase permulaan menekankan pada pembelajaran tentang seleksi pulet ayam petelur yang bermutu, pembangunan kandang yang memenuhi standar kesehatan dan efisiensi, serta pengaturan pakan yang hemat biaya namun tetap mencukupi kebutuhan nutrisi unggas.

Peternak yang baru memulai usaha mendapat bimbingan untuk menguasai dinamika produktivitas ayam petelur, sejak periode starter sampai fase produktivitas optimal. Mereka juga memperoleh pelatihan dalam mengidentifikasi tanda-tanda penyakit yang lazim menyerang unggas beserta metode penanganannya, termasuk prosedur vaksinasi dan penerapan biosekuriti yang memadai di area kandang.

Dimensi pengelolaan bisnis merupakan elemen vital dalam program pembinaan ini. Masyarakat diberikan pemahaman tentang kalkulasi biaya produksi, taktik pemasaran, sampai pencatatan keuangan sederhana. Orientasi semacam ini menjamin bahwa kegiatan budidaya ayam petelur tidak sekadar menghasilkan produk telur, tetapi juga memberikan keuntungan finansial keluarga.

Realisasi di Tingkat Lapangan

Program ini dijalankan Laboratorium Praktikum Universitas TribhuwanaTunggadewi kampus 3, Kapasitas usaha yang percontohan berkisar 100 ekor , diharapkan bisa sebagai studi tiru dan dapat dikembangakan di skala rumagtangga di wilayag Desa Dalisodo menyesuaikan dengan kapasitas modal serta luasan lahan yang dimiliki.

Seorang partisipan program, menyatakan rasa syukurnya atas bimbingan yang diterima. "Pada awalnya saya merasa khawatir dan takut mengalami kerugian karena belum menguasai teknik beternak secara benar. Namun berkat arahan dari Mahasiswa PMT prodi peternakan universitas Tribhuwana Tunggadewi, saat ini sudah menambah ilmu tentang budidaya ayam petelur.," ungkapnya penuh semangat.

Pencapaian dari individu dari peserta dan memotivasi warga lainnya memberikan untuk ikut berpartisipasi. Dampak berantai yang positif ini diharapkan terbentuk warga peternak ayam petelur sebagai pemberdayaan warga masyarakat, menambah pengetahuan praktis, bahkan melakukan pengadaan pakan secara bersama-sama guna memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Kontribusi terhadap Ketahanan Pangan Kawasan

Hadirnya pusat produksi ayam petelur berbasis rakyat di Desa Dalisodo akan membawa pengaruh yang substansial terhadap ketahanan pangan di tingkat lokal. Suplai telur segar saat ini dapat dipenuhi dalam volume yang memadai dengan tingkat harga yang lebih konsisten dan aksesibel. Masyarakat desa tidak lagi sepenuhnya tergantung pada pasokan eksternal, sehingga eksposur terhadap volatilitas harga bisa ditekan.

Tidak hanya memenuhi konsumsi internal desa, surplus produksi telur mulai didistribusikan ke desa-desa di sekitarnya serta pasar-pasar tradisional tingkat kecamatan. Sejumlah peternak bahkan sudah membangun kemitraan dengan usaha kuliner dan toko retail untuk pengadaan telur secara teratur. Perluasan jaringan pasar ini bukan hanya menguatkan ekonomi lokal, namun juga menciptakan peluang usaha derivatif seperti pengumpul dan penyalur dalam skala kecil.

Dari perspektif nutrisi komunitas, kemudahan akses terhadap telur segar turut mendorong peningkatan konsumsi protein hewani, khususnya bagi kelompok anak-anak dan ibu yang sedang mengandung. Layanan posyandu desa mencatat adanya perbaikan indikator gizi pada balita semenjak program ini diimplementasikan, meskipun diperlukan kajian lebih mendalam untuk mengonfirmasi hubungan kausalitasnya.

Hambatan dan Upaya Penyelesaian

Tentu saja, upaya membangun sentra ayam petelur rakyat tidak lepas dari berbagai hambatan. Ketidakstabilan harga pakan yang cenderung mengalami kenaikan menjadi keluhan dominan dari para peternak. Sebagai respons, tim pendamping berinisiatif mengembangkan pakan alternatif dengan memanfaatkan residu pertanian serta sumber protein lokal seperti maggot dan azolla.

Kendala dalam aspek pemasaran di tahap awal program juga cukup terasa. Banyak peternak mengalami kesulitan memasarkan telur karena belum memiliki jaringan konsumen yang tetap. Untuk mengatasi hal ini, dibentuklah kelompok tani ternak yang mengkoordinasikan pemasaran secara kolektif dengan skema pembagian hasil yang proporsional. Saat ini, kelompok tersebut telah memiliki merek lokal dan pengemasan sederhana yang mengangkat nilai jual produknya.

Kesinambungan Program

Guna menjamin kesinambungan, program pembinaan tidak berhenti pada tahap transfer pengetahuan di awal saja. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara periodik, dengan pendamping yang siap memberikan asistensi ketika peternak menemui kendala teknis. Forum komunikasi rutin juga difasilitasi sebagai platform untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama antar peternak.

Pemerintahan desa memberikan komitmen penuh dengan mendukung program PMT mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan yang berada di wilayah desa Dalisodo.

Prospek ke Depan

Kesuksesan Desa Dalisodo dalam membangun sentra ayam petelur rakyat membuka kemungkinan untuk direplikasi di wilayah-wilayah lain. Model pembinaan yang sistematis dan berbasis partisipasi masyarakat terbukti efektif dalam memberdayakan komunitas sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan dari tingkat paling bawah.

Dengan konsistensi komitmen dari seluruh stakeholder yang terlibat, Desa Dalisodo optimis tidak hanya akan menjadi pemasok telur utama bagi kawasan sekitarnya, tetapi juga menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan potensi lokal demi terwujudnya kesejahteraan kolektif dan kedaulatan pangan nasional.

0Komentar